3/19/17

Contoh ; Peran Humas dalam Komplain Konsumen kepada Perusahaan


Komplain Konsumen Kepada Perusahaan

Konsumen melayangkan gugatan ke Nissan Motor Indonesia di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Hal ini dilakukan karena Nissan dinilai melakukan kebohongan soal keiritan bahan bakar mobil Nissan March melalui iklan.
Awalnya, Ludmilla Anet (konsumen) mengeluhkan Nissan terkait konsumsi BBM Nissan March di sejumlah media, disitu Nissan mengklaim jika bahan bakar Nissan hanya butuh 1 liter untuk 18 km perjalanan. Tapi ternyata setiap 1 liter hanya mampu menempuh 8 km.
Karena merasa tidak ada penyelesaian, akhirnya kasus ini dibawa ke YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) dan diselesaikan ke BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen). Kasus itu kemudian diproses, Ludmilla menuntut Nissan untuk membeli kembali mobil miliknya, namun Nissan hanya mau membelinya dengan standar harga Nissan bekas (sekitar 138 juta) tapi Ludmilla mau dibayar sesuai uang yang telah dikeluarkan untuk membeli mobil itu.
Akhirnya setelah dimediasi BPSK, jalan tengah pun diambil. Nissan membeli mobil Ludmilla kembali dengan harga 150 juta.



Peran Public Relations:
Pada kasus ini, PR tidak sepenuhnya salah. Karena didalam kasus ini terlibat pula unsur marketing yang ikut campur dalam hal mempublikasikan jarak mobil Nissan yang seharusnya dapat menempuh jarak 18 km dengan 1 liter BBM. Tetapi pada kenyataannya hanya dapat menempuh 8 km dengan 1 liter BBM.
PR meminta bagian teknisi untuk mengecek keadaan mesin mobil tersebut untuk menunjukkan kepada pihak konsumen bahwa tuduhan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ternyata setelah dicek oleh teknisi mesin tidak ada masalah pada mesin kendaraan tersebut.
Karena tidak ada penyelesaian, kasus ini akhirnya dibawa ke YLKI dan diselesaikan ke BPSK. Konsumen tersebut menuntut Nissan untuk membeli kembali mobil miliknya dan Nissan pada akhirnya stuju untuk membeli degan harga bekas yakni Rp 138 juta. Tapi konsumen ingin dibayar sesuai harga beli mobil. Setelah mediasi dengan BPSK, jalan tengah pun diambil. Nissan membeli kembali dengan harga Rp 150 juta.

No comments:

Post a Comment

3/19/17

Contoh ; Peran Humas dalam Komplain Konsumen kepada Perusahaan


Komplain Konsumen Kepada Perusahaan

Konsumen melayangkan gugatan ke Nissan Motor Indonesia di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Hal ini dilakukan karena Nissan dinilai melakukan kebohongan soal keiritan bahan bakar mobil Nissan March melalui iklan.
Awalnya, Ludmilla Anet (konsumen) mengeluhkan Nissan terkait konsumsi BBM Nissan March di sejumlah media, disitu Nissan mengklaim jika bahan bakar Nissan hanya butuh 1 liter untuk 18 km perjalanan. Tapi ternyata setiap 1 liter hanya mampu menempuh 8 km.
Karena merasa tidak ada penyelesaian, akhirnya kasus ini dibawa ke YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) dan diselesaikan ke BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen). Kasus itu kemudian diproses, Ludmilla menuntut Nissan untuk membeli kembali mobil miliknya, namun Nissan hanya mau membelinya dengan standar harga Nissan bekas (sekitar 138 juta) tapi Ludmilla mau dibayar sesuai uang yang telah dikeluarkan untuk membeli mobil itu.
Akhirnya setelah dimediasi BPSK, jalan tengah pun diambil. Nissan membeli mobil Ludmilla kembali dengan harga 150 juta.



Peran Public Relations:
Pada kasus ini, PR tidak sepenuhnya salah. Karena didalam kasus ini terlibat pula unsur marketing yang ikut campur dalam hal mempublikasikan jarak mobil Nissan yang seharusnya dapat menempuh jarak 18 km dengan 1 liter BBM. Tetapi pada kenyataannya hanya dapat menempuh 8 km dengan 1 liter BBM.
PR meminta bagian teknisi untuk mengecek keadaan mesin mobil tersebut untuk menunjukkan kepada pihak konsumen bahwa tuduhan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ternyata setelah dicek oleh teknisi mesin tidak ada masalah pada mesin kendaraan tersebut.
Karena tidak ada penyelesaian, kasus ini akhirnya dibawa ke YLKI dan diselesaikan ke BPSK. Konsumen tersebut menuntut Nissan untuk membeli kembali mobil miliknya dan Nissan pada akhirnya stuju untuk membeli degan harga bekas yakni Rp 138 juta. Tapi konsumen ingin dibayar sesuai harga beli mobil. Setelah mediasi dengan BPSK, jalan tengah pun diambil. Nissan membeli kembali dengan harga Rp 150 juta.

No comments:

Post a Comment